Crypto News

Dogecoin dan Gamestop Sedang Moncer, Begini Tanggapan Kepala Federal Reserve


Kanalcoin.com – Minggu ini, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah menunjuk bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), guna melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. Tujuannya penanganan dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi bisa berjalan dengan lancar.

Ketua Federeal Reserve, Jerome Powell, membahas sejumlah topik, seperti inflasi dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Topik itu ia bahas setelah pertemuan beberapa hari lalu dengan FOMC.

Dalam pertemuan itu, direktur utama bank sentral ditanyai tentang saham yang sedang naik daun. Powell menyampaikan kalau ada saham Gamestop dan aset kripto dogecoin yang tengah menjadi primadona masyarakat saat ini.

Powell menyatakan, Federal Reserve hadir untuk memberikan stabilitas keuangan, hanya saja ia mencatat ada beberapa hal di pasar modal yang perlu dibenahi.

Pertemuan FOMC turut diikuti dengan konferensi pers, di mana Powell yang juga menjabat sebagai ketua FOMC membahas beberapa topik. Beberapa di antaranya seperti bunga acuan dan inflasi.

Di samping itu, sejumlah media bertanya terkait mata uang digital dan hal lain seperti saham Gamestop, serta dogecoin (DOGE). Oleh karenanya, dalam konferensi pers tersebut, Powell turut menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

Awalnya, Powell dibanjiri pertanyaan tentang inflasi. Seorang reporter yang tidak disebutkan namanya, menekankan bahwa beberapa orang percaya terhadap Fed. Karenanya, mungkin hal-hal seperti inflasi mungkin akan dibiarkan, sehingga tidak terkendali dengan kebijakan baru pemerintah setempat.

Reporter itu bertanya, apakah bank sentral mampu mengatasi inflasi sebelum melampau target 2%? Namun, Powell mencatat bahwa di beberapa waktu Fed mampu mempertahankan tingkat inflasi di bawah 2%.Dia pun menyoroti bahwa komite pengukur mencatat inflasi di atas 2% pada beberapa waktu terakhir.

“(The Fed) sangat berkomitmen untuk mencapai tujuan anda, yakni ketenagakerjaan maksimum dan stabilitas harga,” ujar Powell sebagaimana Kanalcoin.com kutip dari News.Bitcoin.com.

Meskipun Cina menghadirkan mata uang digital melalui bank sentral, namun Powell menekankan USD masih menjadi mata uang dunia. Ketua Federal Reserve juga ditanya mengenai ketertinggalan Amerika Serikat, dalam aksinya untuk menciptakan mata uang digital bank sentral (CDBC).

Namun, Powell menyakini bahwa Amerika Serikat masih berkewajiban untuk memahami teknologi dan seluurh kebijakan dengan baik.Saat ini, mata uang digital mungkin akan diterima oleh beberapa negara di dunia. Kata Powell, pihaknya pun perlu memahami apakah ini menjadi suatu hal yang baik bagi penggunanya.

“Kemudian bagaimana mata uang digital itu bekerja di sistem kami? Ada beberapa pertanyaan yang sulit dijawab. Kami pun terlibat dalam program yang serius untuk memahami masalah teknologi maupun kebijakan,” sambung Powell.

Lebih lanjut, dia pun menjelaskan bahwa nilai dolar masih sangat kuat. Bukan hanya itu, Powell pun optimis bahwa USD masih menjadi mata uang cadangan dunia.Artinya, sambung Powell, dolar kerap digunakan untuk seluruh transaksi di dunia. Jika dibandingkan dengan mata uang lainnya, dolar paling banyak digunakan.

“Tentunya, itu karena supremasi hukum, lembaga demokrasi kita yang terbaik di dunia. Hal lainnya di dorong oleh perekonomian dan orang-orang Amerika yang terbilang rajin,” pungkasnya.

Lantas, bagaimana kaitannya dengan saham Gamestop dan Dogecoin?

Seorang reporter mencatat fenomena yang tengah hype di pasar saham dan kripto. Crypto dogecoin (DOGE) dan saham Gamestop misalya, sedang moncer.

Reporter itu mengatakan, orang-orang tengah mencari imbal hasil di pasar ini. Kepada Powell dia bertanya, apakah Federal Reserve bertanggung jawab terhadap stabilitas keuangan Amerika saat ini?Apakah ada masalah stabilitas keuangan dari perspektif bank sentral? Menanggapi pertanyaan itu, Powell pun angkat bicara.

Kepada wartawan ia mengatakan, stabilitas keuangan yang disediakan bank sentral cukup luas. Sehingga, kata dia, bank sentral tidak terlibat dalam masalah tertentu dan beralih ke masalah berikutnya.

“Sebenarnya, stabilitas finansial bagi kami adalah punya kerangka kerja yang luas. Jadi, kita tidak melompat dari satu hal ke hal lain,” jelas Powell.

Dia pun menambahkan, pihak bank tahu bahwa tak sedikit dari investor yang melihat harga aset. Kebanyakan dari investor pun melihat beberapa hal di pasar ekuitas. Menurut Powell, ini mencerminkan bahwa adanya “buih” di pasar ekuitas.

“Tapi sungguh, kami mencoba untuk tetap berpegang pada kerangka stabilitas keuangan, sehingga kami dapat membicarakannya dengan cara yang sama. Tujuannya agar kami bisa dimintai pertanggungjawaban untuk itu,” tandas Powell.

Powell memposisikan perbankan Wall Street sebagai pemodal yang kuat di minggu ini. Oleh karena itu, dia turut melindungi bank-bank besar dengan menyinggung kekuatannya.Ia menegaskan, memanfaatkan sistem keuangan bukanlah suatu masalah. Terlebih, bank sentral punya kapitalisasi yang baik.

(*)

Kredit Gambar : Unilad



Source link